Gereja Minahasa

Kabar-kabar

Bulletin

Informasi

Pengumuman

WIB (Jakarta)

WITA (Manado)

Belanda

Links

Wikipedia

Minahasa

Foto Baru

Sekretariat

Albergerbos 26
2134 MS Hoofdorp
KVK. 34305774

rssKlik tombol RSS di samping untuk update berita kami.

Banyak pengunjung

18656

Sejak 02-05-2009

Jangan Menghakimi

Kembali

18 Mar 11 -

Jangan Menghakimi

Ayat bacaan: Roma 14:4
==================
"Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri."

GMB,BamsBagi penggemar band kristen tentu sudah tidak asing lagi dengan band GMB (Giving My Best). Mereka sudah memberkati begitu banyak orang dalam perjalanan mereka. Beberapa bulan yang lalu penggemar mereka dikejutkan dengan mundurnya Sidney Mohede sang vokalis. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata posisinya digantikan Bams, vokalis band Samsons. Munculnya suara pro dan kontra tidak terelakkan. Sebagian orang menganggap reputasi Bams selama ini tidaklah cukup untuk menduduki posisi dalam sebuah band sekelas GMB. Mereka melihat Bams sebagai sosok selebritis yang kehidupannya tidak mencerminkan seorang anak Tuhan yang baik. Sulit dibantah memang, karena saya pernah beberapa kali melihat gaya hidup dan wawancara Bams di infotainment yang membuat saya pun sempat ragu.

Tapi Tuhan mengingatkan saya akan hal ini. Ayat bacaan berbicara pada kita semua bahwa kita tidak dalam kapasitas untuk menghakimi siapapun. Siapakah kita ini yang merasa diri kita berhak menilai negatif orang lain? Urusan penghakiman adalah hak Tuhan, bukan kita.(Roma 12:19). Dalam Matius 7:1-3 kita diingatkan agar kita tidak menghakimi supaya kita tidak dihakimi. Apa yang kita pakai untuk mengukur orang lain akan dipakai pula kepada diri kita sendiri. Dalam kisah perempuan yang berzinah, Yesus berkata: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yoh 8:7) Ini sebuah peringatan bahwa kita semua juga masih banyak berbuat dosa, dan karenanya kita tidak bisa menghakimi orang lain seolah-olah kita lah yang paling bersih.

Saya rasa tidak ada orang yang tidak pernah terjerumus dalam dosa. Banyak diantara kita, termasuk saya sendiri yang masa lalunya juga penuh dengan kekelaman. Betapa luar biasanya Tuhan yang memberi pengampunan ketika kita bertobat. Bayangkan dalam posisi manusia yang pantas dihukum semua dosa-dosanya, Tuhan malah mengirim Yesus Kristus ke dunia untuk membayar lunas semua dosa kita. Dia mati di atas kayu salib untuk kita semua, menggantikan tempat yang seharusnya kita tanggung. Kemudian Tuhan memberikan kita berkat melimpah, diantaranya kehidupan kekal, pengampunan, sukacita, damai sejahtera dan pengharapan - yang semuanya diberikan lewat Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Jika kita benar-benar menyadari hal ini, kita pun akan semakin mengurangi kecenderungan untuk menilai dan menghakimi orang lain. Jika kita bersyukur atas segala pengampunan dan kesempatan yang diberikan Tuhan pada kita, sudah selayaknya kita pun memberikan kesempatan bagi siapapun untuk berbalik dari kejahatan dan dosa. Mungkin panggilan buat Bams adalah awal yang baik untuk memulai kehidupannya yang baru. Dia mendengar panggilan Tuhan dan memilih untuk melakukannya. Ini adalah sesuatu yang seharusnya kita dukung, bukan sebaliknya dicurigai dan dihakimi. Melayani dalam sebuah band rohani kristen bukanlah tempat untuk ajang popularitas, menumpuk harta atau menjual suara, bukan juga sebuah entertainment semata, tapi menawarkan sebuah pelayanan lewat pujian dan penyembahan, yang bisa menawarkan kehidupan buat generasi kita. Dan semua itu adalah demi kemuliaan Tuhan. Seperti yang tertulis pada Filipi 4:8, marilah kita mendasarkan pikiran kita kepada hal-hal yang positif dan menjauhkan bentuk-bentuk penghakiman dan penilaian negatif terhadap orang lain.

Dikutip dari : renungan-harian-online.blogspot.com

Kembali